Dulu aku pernah mendongeng untuknya., bahkan mungkin hingga part 3 atau part 4, hha.. lucu memang..
Apa kamu ingat bagaimana jalan cerita dongengku,.. karena aku merasa itulah yang terjadi sekarang..
Mungkin hanya perasaan atau mungkin pula kebetulan,. namun aku merasa itu semua terjadi merangkai menjadi sebuah kenyataan,.persis seperti sebuah novel yang kemudian di tranformasikan kedalam sebuah film.
Aku ingat,.
Aku bercerita tentang seorang putri kerajaan yang teraniaya, sehingga sang putri merasa terpenjara dalam istananya sendiri.
Sang putri menangis sedih dan hanya termenung menatap keluar kamarnya.
Ia berharap suatu hari kan ada seorang yang datang untuk menyelamatkan, menjaga dan menghapus sedih di hatinya.
Dan mungkin tuhan mendengar kesah sang putri, lalu diturunkannya seseorang yang akan menjaga sang putri kerajaan.
Namun seseorang yang diturunkan tuhan itu, tidaklah dalam bentuk yang sempurna, ternyata ia menyerupai seekor Monyet !!
Namun ini bukan lah cerita tentang putri dan pangeran kodok yang hidup bahagia seperti dongeng yang ada.
Sang Monyet, mencari dimana sang putri berada. hingga akhirnya ia berhasil masuk kedalam lingkungan istana tersebut.
Hari demi hari, perlahan sang putri terbiasa berbincang dengan sang Monyet,. mencurahkan perasaannya dan berceloteh tentang kesedihan dan bahkan saat ia tentang hal yang membuatnya bahagia.
Sang kodok mulai menaruh hati kepada sang putri, ia cantik, pintar, dan mungkin manja.
Hingga suatu hari, sang Monyet mencoba membawa sang putri untuk pergi dari istana tersebut,. menjauh dari apa yang menjadi kenangan buruk, yang membuat sang putri sedih.
Namun sayang, usaha sang Monyet gagal..
Raja jahat lalu memerintahkan prajurit untuk menyiksanya perlahan hingga membunuh sang Monyet,.
Melihat apa yang ada dihadapannya, sang putri sedih, muncul rasa ibanya terhadap sang Monyet.
Setelah puas menyiksa da yakin bahwa sang Monyet telah mati,. prajurit membuang bangkai sang Monyet ke dalam sungai, mengalir jauh bersama air yang bercampur darah dan luka di badannya.
Di muara sungai, bangkai sang monyet terapung mneunggu ikan memakannya. namun tiba-tiba ada seorang Kakek berilmu yang menemukannya,. sang monyet diangkat dari tepian sungai dan disembuhkannya oleh kakek berilmu tersebut, yang dalam dongengku bernama Ki Joko Bodo ^^.
Ki Joko Bodo tak hanya menyembuhkan sang monyet, namun ia juga menangkap aura yang berbeda pada tubuh sang monyet.
Ki Joko Bodo yakin bahwa monyet yang ia sembuhkan tersebut merupakan jelmaan dari dewa yang dikirim oleh tuhan.
Selepas kondisinya membaik, sang monyet pergi ke hutan berniat tinggal dan hidup tenang disana.
Namun sayang, ia terlanjur sayang kepada sang putri,.
Siang berganti malam, sang monyet terus memikirkan sang putri klerajaan, ia hanya bisa terduduk merenung dalam sepinya.
Sekumpulan nyamuk yang hinggap di tubuhnya pun tak sempat ia gubris,. karena ia tak lagi merasa hidup, hanya tubuh dengan pikiran yang kosong.
Dalam suatu malam, sang monyet berjalan menyusuri sungai, tatapannya kosong seakan ia berjalan tanpa tahu kemana ia tuju.
Dalam perjalanannya menyusuri sungai ia terus mendendangkan lagu cinta yang selalu ia nyanyikan untuk sang putri,.. berulang kali dan terus sepanjang jalan.
" i love the way you smile when i look in your eyes,. i love the way you laugh when i try to be funny... and Baby when you sleep i watch you breathing, and baby when you dream i dream with you, cause everywhere you're is where i wanna be it's true everything you do makes me know how much i love you"
Sang monyet terus bernyanyi dengan tatapan kosongnya,. hingga ia tersentak kaget saat muncul sesosok manusia di tengah hutan.
Seseorang yang berbaju serba putih, bersorban dan bertasbih.. yah, ia adalah sang kyai..
Kyai sakti yang terasing di hutan ini, karena kehabisan job ordernya di kota besar metropolitan.
Sang monyet lalu banyak berbincang dengan sang kyai sakti,. bercerita tentang sang puteri dan apa isi hatinya.
Beberapa saat kemudian sang kyai, mengatakan hal yang mengejutkan sang monyet..
Kyai : " Monyet, sesungguhnya tidaklah beriman hamba yang mempercayai berhala selain aku,. maka percayalah engkau padaku, karena engkau sesungguhnya adalah titisan dewa Rama yang diutus oleh tuhan ke muka bumi ini."
Sang Monyet : "Lalu untuk apa aku dikirim ke bumi ini wahai kyai yang mau dipercaya..?"
Kyai : " Engkau ditakdirkan untuk menjaga dan menyelamatkan sang putri kerajaan dari istananya".
Sang monyet tersentak kaget mendengar ucapan sang kyai,.. Lalu tak berapa lama kyai sakti memegang kepala sang monyet,. dan omigoooddd..!!! seketika sang monyet berubah menjadi pemuda yang sangat macho.
Lalu kyai sakti memerintahkan sang monyet untuk kembali ke istana, menjalankan amanat yang diberikan kepadanya untuk menyelamatkan dan menjaga sang putri.
Akhirnya sang monyet yang telah berubah menjadi pemuda macho, Rama, memutuskan untuk kembali ke istana. diperjalanan menuju istana ia mengalami banyak halangan dan rintanagan, seakan dunia tak mengijinkannya kembali kepada sang putri.
Disaat yang bersamaan, sang puteri akan segera dinikahkan oleh orangtuanya, bukan siti nurbaya tapinya.
Kerajaan mengadakan sayembara pertarungan Gladiator, bagi siapa yang berhasil menjadi pemenang maka ia akan dinikahkan oleh sang putri,.
Sang monyet, Rama, melihat inilah saat yang tepat untuk dapat kembali kepada sang putri.
Maka ia mendaftarlah mengikuti seleksi istana got talent,. satu persatu lawan berhasil ia kalahkan. hingga akhirnya ia maju untuk tampil di final.
Sang titisan monyet akan berhadapan dengan pangeran dari kerajaan pakupatan. Sebuah pertarungan sengit terjadi, pertumpahan darah hingga titik asa terakhir di perjuangkan. namun sang titisan monyet harus menyerah kalah kepada pangeran. Sang titisan sangat terpukul dan kembali termenung di tengah medan pertempuran..... merenung.... dan terus merenung.......
___________________
* Sang titisan monyet ngantuk udah jam 4.06am,. saya mau tidur dulu karena besok ada kuliah pagi.. dilanjutkan besok yah kalo ada waktu...
No comments:
Post a Comment