Tuesday, July 20, 2010

Rindu itu terbalut amarah

Jakarta, 20 Juli 2010
Dedicated to : GG




Hari ini aku marah,..
Darah seakan mengalir menembus batas tubuh
Memuncratkan segudang emosi yang tersimpan dihati

Hari ini aku Rindu,..
Sapaan senyum manja yang menyapa setiap pagiku
Dibalur cubitan kecil yang menggugah rasa sayang itu

Debar harap membakar gairah yang memacu
Kala rasa rindu ini tak lagi mengindahkan nilai
Hari ini ingin kucumbu keningnya penuh kasih
Hari ini ingin kukatakan sejuta sayang untuknya

Sayang,.... hari ini...
Wajah polos itu mengalun erat dengan pekat muram
Merangkul asa jenuh, jelas terpancar di senyumnya hari ini
Tak ada kata, Tak ada sapa manja sayup kudengar.

Karena hari ini semua berubah...
Senyumnya tak lagi menyapa hari
Sapa manja itu ikut tersapu pekat yang menyalak
Entahlah,..
Hari ini, bukan ia yang kusayang, bukan ia yang biasa.

Hari ini aku Rindu dengan sayangku, dan
Hari ini pula aku Marah dengan sayangku.



(Satu yang ia tak tahu, sayang ini takkan usai hingga hari ini berakhir)

Saturday, July 17, 2010

Ksatria, Puteri dan Bintang jatuh



Ksatria jatuh cinta pada puteri bungsu dari Kerajaan Bidadari.

Tiba-tiba sang Puteri naik ke langit, dan membuat sang ksatria kebingungan.
Ksatria pintar naik kuda dan bermain pedang, tapi tidak tahu caranya terbang.

Ksatria keluar dari kastil untuk belajar terbang pada kupu kupu, tetapi kupu - kupu hanya bisa menempatkannya di pucuk pohon.

Ksatria lalu belajar pada burung gereja.
Burung gereja hanya mampu mengajarinya sampai ke atas menara.

Ksatria kemudian berguru pada burung elang.
Burung elang hanya mampu membawanya ke puncak gunung.
Tak ada unggas bersayap yang mampu terbang lebih tinggi lagi.

Ksatria sedih, tapi tak putus asa.

Ksatria memohon pada angin.
Angin mengajarinya mengitari bumi, lebih tinggi dari gunung dan awan.
Namun sang puteri masih jauh di awang awang, dan tak ada angin yang mampu menusuk langit.

Ksatria sedih dan kali ini ia putus asa.

Sampai satu malam ada Bintang Jatuh yang berhenti mendengar tangis dukanya.
Ia menawari Ksatria untuk mampu melesat secepat cahaya.
Melesat lebih cepat dari kilat dan setinggi sejuta langit dijadikan satu.

Namun kalau Ksatria tak mampu mendarat tepat di Puterinya, maka ia akan mati.
Hancur dalam kecepatan yang membahayakan, menjadi serbuk yang membedaki langit, dan tamat.

Ksatria setuju...

Ia relakan seluruh kepercayaannya pada Bintang Jatuh menjadi sebuah nyawa.
Dan ia relakan nyawa itu bergantung hanya pada serpih detik yang mematikan.

Bintang Jatuh menggenggam tangannya, dan berkata :
“Inilah perjalanan sebuah Cinta Sejati, “tutuplah matamu, Ksatria. Katakan untuk berhenti begitu hatimu merasakan keberadaannya.”

Melesatlah mereka berdua...
Dingin yang tak terhingga serasa merobek hati ksatria mungil, namun hangat jiwanya diterangi rasa cinta.

Dan ketika sang ksatria merasakan keberadaan sang puteri….”Berhenti!”

Bintang Jatuh melongok ke bawah, dan ia pun melihat sesosok puteri cantik yang kesepian.
Bersinar bagaikan Orion di tengah kelamnya galaksi.
Dan bintang jatuh pun jatuh hati pada sang puteri.

Tiba-tiba dilepaskannya genggaman sang ksatria, agar Sang Bintang lah yang mendapatkan puteri.
Sewujud nyawa yang terbentuk atas cinta dan kepercayaan.
Ksatria melesat menuju kehancuran.
Sementara Sang Bintang mendarat turun untuk dapatkan Sang Puteri.

Ksatria yang malang.
Sebagai balasannya, di langit kutub dilukiskan Aurora. Untuk mengenang kehalusan dan ketulusan hati sang ksatria.


-zakky-

You are my life

Hati hanya bisa mencintai sekejap
Dan kaki hanya bisa melangkah sejauh lelah
Namun apa kamu tahu, Rasa sayanglah yang akan menuntun kita berjalan
Melepas ego hingga tertawa bersama


Tatapan tak selamanya indah dimata
Tapi memiliki kasih sayang darimu adalah kebahagiaan
Dan atas kebahagiaan itu, aku berdoa, bersyukur..
Tuhan menunjukkan senyumnya padaku,

Terima kasih atas semua ini tuhan,
Aku akan menjaganya sebatas mampuku..




-zakky-

Thursday, July 15, 2010

Indah sore itu

Dedicated to : G****

indah sore itu
bukan pada matahari senja yang berwarna jingga

indah sore itu
bukan pada biru samudera dibatas cakrawala

indah sore itu
adalah senyum wajahmu yang membuat aku damai

indah sore itu
adalah tatapan matamu yang selalu membuat aku bersyukur

karena indah sore itu,
adalah kamu,....!




-zakky-