Dimulai dari melihat transkrip nilai kuliah yang seharusnya menjelang akhir tapi masih terlalu banyak yang tidak sesuai harapan, memang ini adalah impact dari apa yang telah saya lakukan. Sejak awal tidak pernah terbesit untuk berada di kota yang jauh ini. Tidak ada motivasi hingga menjelang akhir. Tidak pernah ada kata penyesalan karena dibenak saya penyesalan hanyalah bentuk lain yang mempertunjukkan kelemahan mental kita, apalagi untuk seorang lelaki.
Harus diakui cukup berat memikirkan hal ini, sempat beberapa kali frustasi, emosi bahkan mungkin stres. dan saat ini aku merasa sangat membutuhkan support moril dari orang lain. Entah untuk berapa lama lagi saya berada di kota ini, berkutat dengan rutinitas perkuliahan yang membosankan. aku hanya ingin pergi dan bisa bekerja mencari penghasilanku sendiri. andainya saja tidak ada kualifikasi tentang gelar sarjana, mungkin akan banyak masyarakat kita yang sudah bekerja, lepas dari jerat kemiskinan dan pengangguran yang serasa siap membunuhmu kapan saja. mungkin itulah egoku, persetan dengan semuanya !!
Hari ini begitu penat karena penuh dengan berita aksi peledakan bom di jakarta. Masih segar dalam ingatan kita tragedi Bom Bali, kini mereka muncul kembali dan tak tanggung lagi, kembali hotel j.w. marriott dan Ritz carlton menjadi sasaran bom mereka. siapa mereka ? sekelompok orang yang bertopeng kedamaian dan mengatasnamakan tuhan. Tapi dibalik topeng itu mereka adalah sekelompok " Bangsat - Bangsat " yang perilakunya seperti keledai. bahkan keledai-pun tak pantas disamakan oleh mereka, mereka tak ubahnya cerminan manusia berhati serigala. Maaf, sekali lagi mereka tak pantas disebut manusia bahkan binatang sekalipun.
Mereka datang dari tempat lain dengan label agama yang melekat di tubuhnya, simplenya yang seperti ini akan mudah untuk diterima masyarakat kita. Mereka mulai merasuki pikiran orang agamis indonesia yang masih terbelakang. sebenarnya bukan hanya beberapa kalangan agamis saja yang terbelakang tapi sebagian besar masyarakat kita masih begitu terbelakang. Bahkan wajar jika orang barat sana menyebut kita adalah bagian dari masyarakat primitif.
Masyarakat kita masih terjebak dalam penafsiran agama dan mengukungnya dari segala inform dan pengetahuan modern. persis seperti kehidupan sebelum masehi dulu. Coba anda tanyakan kenapa air bisa turun dari langit yang kemudian disebut hujan ? mereka hanya bisa mengatakan bahwa air itu diturunkan oleh tuhan. lalu apa bedanya dengan kehidupan primitif yang menyebut air itu turun karena dewa, lalu bukankah seorang primitif yang hanya mengatakan seorang coverfield bisa menghilangkan Liberty dengan bantuan makhluk halus (jin). Lalu berapa banyak yang mengatakan bengkel "ketok magic" bentuk campur tangan makhluk halus, andakah termasuk itu? ah lucu memang indonesia...
Tapi orang yang tebuka dan tak terkukung dengan sempitnya agama mereka akan mengatakan air yang turun dari langit merupakan hasil benturan partikel air di langit yang sebelumnya mengalami proses kondensasi dan.... kemudian mereka akan mengatakan bahwa coverfield hanya melakukan tipuan atau efek kamera, dan terbukti. dan orang seperti mereka akan mengatakan bahwa ketok magic hanya menggunakan alat perbenkelan sederhana. entah apa yang harus kukatakan tentang negara ini , bodohkah, idiot, atau mungkin primitif..
ya, persfektif agama yang ia pahami mungkin bisa disebut kolot dan kebanyakan memang seperti itu. banyak pemikiran ia yang tampak seperti tak tersentuh peradaban. Saya memang kurang paham tentang agama tapi sudah seharusnya orang-orang agamis mau sedikit terbuka akan masuknya inform dari dunia luar, karena setahu saya agama islam adalah agama yang luwes. jadi kelak tidak asal membuat fatwa haram tentang sesuatu yang berasal dari luar, kita ingat tentang facebook, rokok dan mungkin masih akan banyak persepsi yang salah bila orang seperti itu masih terkukung dengan agamanya.
Masa bodo-lah dengan mereka, hari ini saja sudah cukup buat pusing kepala, harus mengurus ini mengurus itu, pergi kesana dan kesini menghadapi kemacetan jakarta yang gak kehitung berapa banyak sumpah serapah yang diucap untuk sang gubernur. Tai babi, tai kampret dan masih banyak tai - tai lain dipikiran ini yang siap diteriakkan, karena masih banyak cadangan kata - kata kotor tersimpan di otak ini yang kapan saja bisa meledak.
Tapi orang yang tebuka dan tak terkukung dengan sempitnya agama mereka akan mengatakan air yang turun dari langit merupakan hasil benturan partikel air di langit yang sebelumnya mengalami proses kondensasi dan.... kemudian mereka akan mengatakan bahwa coverfield hanya melakukan tipuan atau efek kamera, dan terbukti. dan orang seperti mereka akan mengatakan bahwa ketok magic hanya menggunakan alat perbenkelan sederhana. entah apa yang harus kukatakan tentang negara ini , bodohkah, idiot, atau mungkin primitif..
ya, persfektif agama yang ia pahami mungkin bisa disebut kolot dan kebanyakan memang seperti itu. banyak pemikiran ia yang tampak seperti tak tersentuh peradaban. Saya memang kurang paham tentang agama tapi sudah seharusnya orang-orang agamis mau sedikit terbuka akan masuknya inform dari dunia luar, karena setahu saya agama islam adalah agama yang luwes. jadi kelak tidak asal membuat fatwa haram tentang sesuatu yang berasal dari luar, kita ingat tentang facebook, rokok dan mungkin masih akan banyak persepsi yang salah bila orang seperti itu masih terkukung dengan agamanya.
Masa bodo-lah dengan mereka, hari ini saja sudah cukup buat pusing kepala, harus mengurus ini mengurus itu, pergi kesana dan kesini menghadapi kemacetan jakarta yang gak kehitung berapa banyak sumpah serapah yang diucap untuk sang gubernur. Tai babi, tai kampret dan masih banyak tai - tai lain dipikiran ini yang siap diteriakkan, karena masih banyak cadangan kata - kata kotor tersimpan di otak ini yang kapan saja bisa meledak.
Kehidupan ini memang begitu kerasnya hingga banyak perubahan sosial pada kehidupan kita. Hanya sedikit orang pintar yang bertahan dari tekanan ini, tapi orang memiliki wawasan luas dan terbuka, yang bisa melewati kehidupan ini. setuju....
No comments:
Post a Comment